BAB 7 – Definisi Dan Penalaran

Penalaran adalah proses menghubung-hubungkan data sehingga sampai pada kesimpulan atau pendapat.dan atau proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indra (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan berbentuk proposisi-proposisi yang sejenis,berdasarkan proposisi yang diketahui atau dianggap benar,orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui proses inilah yang disebut menalar.

Dalam penalaran,proposisi yang dijadikan dasar penyimpanan disebut dengan premis(antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consenquence) Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi
• Hal-hal yang berhubungan dengan penalaran
Ada 2 jenis dalam penalaran yaitu Induktif dan Deduktif
1. Induktif
Adalah penyusunan /penarikan kesimpulan dengan metode pemikiran yang bertolak dari kaidah (hal-hal atau peristiwa) khusus untuk menentukan hukum (kaidah) yang umum.
Proses penalaran ini bergerak mulai dari penelitian dan evakuasi atas fenomena-fenomena yang ada.semua fenomena harus diteliti dan dievakuasi terlebih dahulu sebelummelangkah lebih jauh ke proses penalaran induktif
Hal-hal yang berhubungan dengan penarikan kesimpulan yang bersifat induktif terdiri dari 3 macam,yaitu:
1. Generalisasi
2. Analogi
3. Hubungan sebab-akibat
2. Deduktif
Adalah cara pengambilan/penarikan kesimpulan dari keadaan yang umum kepada yang khusus. Dalam penarikan kesimpulan yang bersifat deduktif,kita perlu mengumpulkan fakta-fakta yang perlu adalah suatu proposisi (pernyataan) umum dan suatu proposisi yang bersifat mengidentifikasi suatu peristiwa khusus yang bertalian dengan proposisi umum. Jika identifikasi yang dilakukan benar dan proposisinya benar, maka diharapkan suatu kesimpulan yang benar dan proposisinya menarik kesimpulan disebut premis.
Keahlian dan kebenaran
Silogisme adalah suatu bentuk proses penalaran yang berusaha menghubungkan dua proposisi yang berlainan untuk menurunkan suatu kesimpulan atau inferensi yang merupakan proposisi ketiga . kedua proposisi yang pertama disebut premis yang artinya sebelum atau lebih dahulu. Silogisme terdiri dari tiga proposisi yaitu: premis mayor,premis minor dan klonklusi (kesimpulan).
Untuk menilai silogisme harus dibedakan dua pengertian yaitu, validitas (keabsahan,keahlian) dan kebenaran (truth). Validitas dari suatu sigolisme semata-mata tergantung dari bentuk logisnya, sedangkan kebenaran tergantung kepada hal-hal berikut ini .
1. Bentuk logis dari pernyataan-pernyataan kategorial dari dalam sigolisme (premis mayor harus disebut terlebih dahulu,kemudian premis minor dan terakhirkesimpulan)
2. Cara penyusunan term-term pada masing-masing pernyataan (proposisi) dalam sigolisme.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s